Dinas Dikpora DIY Gelar Festival Budaya Diksus 2019

Dinas Dikpora DIY dalam hal ini Bidang Pendidikan Khusus menyelenggarakan Festival Budaya Pendidikan Khusus (Diksus) 2019 bertajuk “Aku Ada, Aku Bisa” di Pyramid Rest Area, Jalan Parangtritis KM 5.5 Sewon Bantul. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 19 November 2019 yang dibuka oleh Eks Kepala Dinas Dikpora DIY, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, yang sekarang menjadi Sekda DIY, hingga tanggal 21 November 2019 yang ditutup oleh Kepala Bidang Pendidikan Khusus, Drs. Bakhtiar Nurhidayat.

Menurut Ketua Panitia Penyelenggara, Basyuni, M.Pd., dalam laporannya saat penutupan kegiatan, festival budaya ini terdiri dari beberapa kegiatan, diantaranya: Pentas seni SLB se-DIY yang diikuti oleh 150 peserta dengan jumlah peserta 600 siswa; Pameran hasil karya keterampilan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) antar SLB se-DIY dengan 109 peserta pameran dan 100 orang pendamping; Lomba lukis payung; lomba keroncong bagi guru SLB se-DIY; Konsultasi dan terapi bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK); serta hiburan dalam acara Wedang Ronde yang disiarkan oleh Adi TV.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus, Drs. Bakhtiar Nurhidayat, dalam sambutannya sebelum menutup kegiatan, memohon maaf kepada semua pihak karena masih banyak kekurangan dalam penyelenggaraan Festival Budaya Diksus yang baru pertama kali ini digelar. “Beberapa teman yang sebenarnya mau hadir mewakili SKPD pada saat pembukaan, izin, karena mobilnya tidak bisa masuk, karena ternyata di luar perkiraan kami, sambutan masyarakat terhadap kegiatan ini begitu luar biasa,” terang Bakhtiar dengan antusias seiring dengan suksesnya penyelenggaraan Festival Budaya Diksus 2019, Kamis (21/11/2019) siang.

Festival ini, menurutnya, memang sudah ditunggu sejak lama oleh banyak pihak di Diksus DIY. “Kepala sekolah sebenarnya ini semua ingin tampil joget di depan sini, tapi berhasil saya cegah. Mereka sudah mengajak tahun depan pokoknya satu minggu, Pak, tiga hari tidak cukup,” kata Bakhtiar menceritakan betapa antusias para Kepala Sekolah SLB se-DIY dalam mengikuti festival budaya ini.

Kebutuhan khusus, kata Bakhtiar, sebenarnya adalah milik semua orang, bukan hanya milik ABK saja. “ABK itu sebenarnya bukan suatu label, tapi merupakan suatu ambang batas dimana pada batas tertentu memang butuh intervensi untuk layanan pendidikan yang lebih dari pada anak yang lain,” jelas Bakhtiar.

Hal itu selaras dengan program Eks Kepala Dinas Dikpora DIY, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, dalam pelaksanaan UN yang sudah tidak ada lagi yang namanya pengawas, melainkan pendamping, karena anak didik diangggap sudah memilik integritas tinggi. “Maka saya minta kepada Bapak/Ibu bahwa ABK ini singkatannya bukan Anak Berkebutuhan Khusus, tapi Anak Berbakat Khusus, Anak Berketerampilan Khusus, atau Anak Berkeahlian Khusus,” pintanya disambut dengan meriah oleh para peserta yang hadir dalam penutupan Festival Budaya Diksus 2019.

Dengan demikian, katanya, apa yang menjadi pijakan ialah apa yang mereka miliki, bukan apa yang mereka tidak miliki.

Bakhtiar juga juga berharap pelaksanaan Festival Budaya Diksus menjadi even tetap yang akan rutin diselenggarakan setiap akhir tahun. “Disini lah akan kita buktikan bahwa anak-anak ini mampu. Kalau sekarang temanya Aku Ada Aku Bisa, saya rasa sekarang masyarakat sudah banyak yang tahu bahwa anak-anak ini ada. Sehingga tinggal dibuktikan Aku Bisa ini kaya apa, tidak hanya di pameran atau di panggung, tapi juga ketika nanti di masyarakat,” harap Bakhtiar.

Dalam penutupan tersebut juga diumumkan beberapa perlombaan yang diselenggrakan selama festival berlangsung, diantaranya ialah stand pameran terbaik. Untuk Juara 1 diraih oleh SLB Krida Mulia 1, Juara 2 diraih oleh SLB Negeri 2 Bantul, dan Juara 3 diraih oleh SLB Negeri 1 Kulonprogo.

Selain itu juga diumumkan pemenang Lomba Menyanyi Keroncong bagi para guru. Untuk Juara 1 diraih oleh Haryanto dari SLB PGRI Minggir, Juara 2 diraih oleh Kasmiyati dari SLB Prayuana Yogya, dan Juara 3 oleh Pipin Kriwati dari SLB Kasih Ibu Brosot.

Sementara untuk Lomba Lukis Payung para pemenang akan diumumkan pada Gelar Seni Tuna Grahita (Genta) yang akan dilaksanakan di Taman Pintar pada Bulan Desember mendatang.




Berita Terkait

Comments (3)

    komentar Facebook sedang dipersiapkan