Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono 2019 Dibuka di Halaman Gedung DPRD DIY

Kejuaraan Marching Band bertajuk Piala Raja Hamengku Buwono 2019 secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Sosial Budaya, Drs. Tri Mulyono, MM., mewakili Gubernur DIY, Sri Sultan HB X yang berhalangan hadir di Halaman Gedung DPRD DIY, Sabtu (26/10/2019) siang.

Kejuaraan ini akan dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 26 hingga 27 Oktober 2019 dengan mempertandingkan tiga nomor, yakni Street Parade, Drum Battle, dan Marching Show yang dibagi menjadi lima divisi, yakni Divisi Junior (SD), Junior Brass (SD Brass), Senior (SMPSMASMK), Senior Brass (SMPSMASMK), dan Umum (Perguruan Tinggi, Intansi Pemerintah, atau swasta).

Menurut Ketua Umum Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) DIY, Surya Wijaya, kejuaraan ini diikuti oleh 58 tim dari 27 Kota dari wilayah Sumatera, Jawa, dan Kalimantan dengan kurang lebih 5000 kontingen. “Kejuaraan ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi drum band di DIY serta kunjungan pariwisata,” terang Surya dalam laporannya.

Street parade akan digelar pukul 13.00 WIB s/d 17.00 WIB, dimulai dari Halaman Gedung DRPD DIY melewati Jalan Malioboro sampai dengan finis di titik 0 KM pada Sabtu (26/10/209);  kemudian Drum Battle di Sport Hall Kridosono Yogyakarta, pukul 19.00 s/d 22.00 WIB pada Sabtu (26/10/2019); dan Marching Show di GOR Amongrogo Yogyakarta muali pukul 08.00 s/d 22.00 WIB pada Minggu (27/10/2019).

Ketua Umum PB PDBI, Kombes Pol Joko Sarwoko, yang juga turut hadir untuk memberikan sambutan, menuturkan, Marching Band merupakan sebuah olahraga di bawah naungan KONI yang disertakan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON). “Adik-adik yang mengikuti kejuaraan ini sangat beruntung karena dalam kegiatan Marching Band ini terdapat latihan-latihan dari segala macam unsur, mulai dari kedisiplinan, rasa kebangsaan, rasa persatuan, pendidikan etika, dan lain lain,” terang Joko dalam sambutannya.

Ini semua, kata Joko, merupakan modal utama bagai para peserta untuk menjadi generasi penerus yang akan menggantikan generasi yang sekarang. “Diharapkan ini semua bisa melatih mental, yang mempunyai jiwa yang luar biasa, dan berprestasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Sosial Budaya, Drs. Tri Mulyono, MM., membacakan teks sambutan dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Dalam sambutannya, Sri Sultan HB X, menuturkan, Kejuaraan Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono 2019 bisa dijadikan wadah bagi kebangkitan daya kreatif generasi muda karena cirinya yang khas yaitu berupa perpaduan olahraga dan seni musik yang diramu dengan seni tari sehingga akan selalu atraktif dan penuh daya pikat.

“Dengan asal peserta yang beragam, yang mewakili sekolah, universitas, perusahaan, pemerintah daerah, diharapkan bisa menjadi wahana tumbuhnya solidaritas antar kawula muda,” harap Sri Sultan HB X dalam sambutannya yang dibacakan oleh Tri Mulyono.

Selain itu, menurut Sri Sultan, kejuaraan ini selain sebagai penyaluran bakat dan minat, juga menjadi ajang penempaan semangat juang bagi generasi muda.

Setiap kegiatan yang melibatkan generasi muda, lanjutnya, seyogyanya juga dihayati dan dikembangkan dalam dimensi yang semakin luas. “Oleh karena itu diharapkan agar kegiatan ini pun dapat dijadikan arena yang tidak hanya sekedar tontonan, tetapi juga tuntunan yang mengandung misi kultur edukatif,” terang Sri Sultan dalam sambutannya.

Sri Sultan HB X atas nama Pemda DIY juga menyambut baik dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan kejuraan ini serta memberikan apresiasi kepada segenap panitia penyelanggara. “Sungguh membanggakan Kejuaran Marching Band Piala Raja Hamengku Buwono yang digelar skala lokal pada 1985 ini telah berkembang menjadi tingkat nasional bahkan internasional,” jelasnya.




Berita Terkait

Comments (3)

    komentar Facebook sedang dipersiapkan