Kemah Budaya, Sri Sultan HB X Minta Pemuda Aktualisasikan Semangat Bandung Bondowoso

Dalam Pembukaan Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) 2019 yang diselenggarakan di Garden Resto, kawasan Candi Prambanan, Sri Sultan HB X meminta kepada para pemuda yang mengikuti perkemahan untuk mengaktualisasikan semangat Bandung Bonwoso dalam membangun Candi Sewu dengan mengakselerasikan penemuan-penemuan yang inovatif dalam berbagai bidang.

“Konon, komplek Candi Sewu, termasuk Candi Prambanan ini dibangun hanya dalam semalam. Semoga legenda ini menjadi inspirasi kaum muda untuk bisa mengaktualisasi semangat Bandung Bondowoso dengan mengakselerasi penemuan-penemuan inovatif di bidang sains, teknologi, dan industri, guna memperkuat posisi dan peran Indonesia di era industri 4.0 sekarang ini,” pinta Sri Sultan kepada 561 peserta yang hadir dari 28 Provinsi di Indonesia.

Selain itu, Sri Sultan juga mengatakan, ada kemiripan antara pelaksanaan KBKM 2019 ini dengan pelaksannaan Kemah Budaya yang dilaksanakan pada tahun 2000, dua tahun pascareformasi 1998.

“Ketika hadir pada pelaksanaan KBKM 2019, saya teringat pada KBKM tahun 2000, dua tahun sejak era reformasi digulirkan oleh aktivis muda angkatan 1998. Awal era reformasi itu menandai awal masa transisi yang lagi mencari bentuk. Ada kemiripan dengan saat ini, di era distrupsi yang juga masih dalam taraf berproses mencari keseimbangan baru untuk menjadi Indonesia,” kata Sri Sultan dalam sambutannya sebagai tuan rumah KBKM 2019.

Sri Sultan juga menilai, bangsa yang memiliki strategi kebudayaan, seperti yang dihasilkan dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, yang menjadi cikal bakal terselenggaranya KBKM 2019, berarti memiliki pembimbing menuju peradaban maju, sehingga mampu menjaga dan memperkuat kepribadian nasional, kontinuitas kebudayaan unggul, dan kemempuan untuk mandiri sekaligus memperkuat kesatuan nasionalnya.

“Artinya stategi kebudayaan harus menumbuhkan kebudayaan sebagai mainstream pembangunan dan menguatkan dimensi kepemimpinan, pendidikan, dan ekonomi,” terang Sri Sultan HB X.

Lebih lanjut, Sri Sultan mengatakan, strategi kebudayaan perlu dibuat dengan persepsi budaya yang komperhensif untuk mengahadapi era revolusi industri 4.0 yang masa depannya penuh dengan ketidak pastian dengan berbagai permasalahan dan tantangan. “Oleh sebab itu, harus meningkatkan kualitas hidup masyarakat sebagaimana konsep Sultan Takdir Ali Syahbana tentang perlunya budaya progresif,” jelas Sri Sultan HB X yang memberikan sambutan sebelum kegiatan dibuka secara resmi oleh Mendikbud, Muhajir Effendy.

Sementara itu, kegiatan KBKM 2019 ini sendiri akan dilaksanakan mulai tanggal 21 hingga 25 Juli 2019 yang diikuti oleh 561 peserta dari 130 kelompok yang berasal dari 28 Provinsi yang ada di Indonesia di Bumi Perkemahan Candi Prambanan.




Berita Terkait

Comments (3)

    komentar Facebook sedang dipersiapkan