Rangkaian Kegiatan Remaja Jawara Bootcamp Ditutup di Dinas Dikpora DIY

Rangkaian kegiatan Remaja Jawara Bootcamp yang dimulai sejak tanggal 21 hingga 25 Oktober secara resmi ditutup oleh Kepala Bidang Dikmen Dinas Dikpora DIY, Dra. Isti Triasih, mewakili Kepala Dinas Dikpora DIY yang berhalangan hadir di Auditorium Sasana Krida, Dinas Dikpora DIY, Jumat (25/10/2019) pagi. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Dirjen PAUD dan Dikmas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerjasama dengan Dinas Dikpora DIY dan Hoshizora Foundation.

Hoshizora Foundation atau Yayasan Bintang Langit adalah sebuah organiasai pendidikan non-profit yang berpusat di Yogyakarta yang fokus mengelola beasiswa dan memberikan pendampingan kepada anak-anak Indonesia yang berpotensi namun memiliki kesulitan finansial.

Menurut Yudi Anwar, Koordinator Lapangan Remaja Jawara Bootcamp, kegiatan ini diikuti oleh 50 anak yang terdiri dari kelas X dan XI SMA. “Semua peserta berasal dari D.I. Yogyakarta, yang mereka berasal dari wilayah yang rentan tindak kekerasan, berpotensi terpapar perilaku dan tindak kekerasan,” jelas Yudi yang juga berposisi sebagai Program Manager Hoshizora Foundation.

Latar belakang dari penyelenggaran kegiatan ini, menurutnya, ialah berbagai kasus kenakalan remaja yang sering terjadi, bullying di sekolah, klitih, dan kasus kenakalan remaja lainnya. Oleh Karena itu, diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini bisa membantu peserta untuk membangun dan menemukan konsep dirinya yang positif, memberikan akses bagi peserta untuk menemukan minat alternatif yang dapat dikembangkan sesuai konsep diri positifnya, meningkatkan kapasitas diri peserta agar dapat berperan sebagai agen perubahan pencegahan dan penangggulangan kekerasan, membangun komunitas remaja yang lebih positif yang beperan dalam perubahan dan penanggulan kekerasan, serta memberikan ruang ekspresi bagi peserta untuk meningkatkan influence atau perhatian masyarakat terhadap isu kenakalan remaja.

Setelah kegiatan ini ditutup pada tanggal 25 Oktober ini, menurut Yudi, para peserta juga akan masih melanjutkan kegiatan pada bulan November dan Desember mendatang.  “November mereka nanti akan memikirkan project nya apa, kemudian setelah itu pada bulan Desember ada panggung jawara. Panggung jawara itu untuk mempresentasikan hasil dari project mereka,” terang Yudi.

Sementara itu, Kepala Bidang Dikmen Dinas Dikpora DIY, Drs. Isti Triasih, yang menutup kegiatan, dalam sambutannya mengingatkan kepada para peserta untuk memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin. “Dengan hp kita bisa mencari sesuatu itu luar biasa. Tentu kami ingin anak-anak sekalian ini, di zaman milenial ini, agar bisa memanfaatkan hp atau teknologi yang ada untuk sesuatu yang positif,” pinta Isti, Kabid Dikmen Dinas Dikpora DIY, kepada para peserta.

Menurutnya, anak-anak zaman sekarang tidak bisa disamakan dengan genarasi orang tua terdahulu. Generasi sekarang tentu tidak bisa dipisahkan dengan teknologi dalam hal pendidikan. Oleh Karena itu, anak-anak harus selalu didampingi untuk mengembangkan potensi yang ada, jangan sampai terbawa pengaruh buruk akibat perkembangan zaman.

“Anak-anak kita tercinta ini tentu punya potensi masing-masing yang luar biasa, tentu kita dalam hal mendidik atau mewujudkan kesuksesan anak-anak kita baik yang ada di rumah maupun yang ada di sekolah dalam posisi kita masing-masing,” terang Isti kepada para wali siswa yang juga datang ke Dinas Dikpora DIY untuk menerima materi tentang bagaimana mencetak generasi emas.

Dinas Dikpora DIY, katanya, juga akan selalu berusaha memfasilitasi para anak-anak dan bapak ibu wali murid agar bisa mencetak prestasi-prestasi anak yang luar biasa. Yang terbaru Olimpiade Penelitian Siswa di Kota Solo, juga mencetak prestasi yang membanggakan bagi D.I. Yogyakarta.

Isti juga berpesan kepada para peserta agar dapat mengambil hikmah dari semua rangkaian kegiatan Remaja Jawara Bootcamp selama lima hari ini. “Tentu banyak hal-hal yang bisa dipetik, ada permainan, yang dalam permainan itu ada kerja sama, ada juga kegiatan agar bisa memimpin, disana kalian bisa mengambil hikmah saat melakukan bootcamp ini, dan nanti masih dilanjutkan dengan program yang lain pada bulan November dan Desember mendatang,” pesan Isti kepada para peserta.

Sebelum kegiatan ini ditutup, para wali murid juga diundang terlebih dahulu untuk mendapatkan materi tentang bagaimana mendidik anak yang baik. Materi ini disampaikan oleh Shinta, S.Pd., M.Si., MA. atau yang akrab dipanggil Bunda Cinta. Salah satu yang disampaikan oleh Bunda Cinta ialah bagaimana caranya memotivasi diri agar tercapai generasi emas.

Caranya ialah dengan menerapkan hukum yes- set, yakni you are what you think (kamu adalah apa yang kamu pikirkan, dan you are what you say (kamu adalah apa yang kamu ucapkan). Apabila kita berpikir yang positif dan optimis maka hasilnya pun juga akan positif. Tapi jika kita berpikir pesimis dan negatif maka hasilnya pun juga akan negatif. Begitu juga apa yang diucapkan, juga akan berpengaruh menjadikan anak buruk. Karena itu, Bunda Cinta, mengajak para orang tua agar mengucap yang baik-baik kepada anak agar teruwujud menjadi anak yang baik pula.




Berita Terkait

Comments (3)

    komentar Facebook sedang dipersiapkan