BNNP DIY Gelar Diskusi Publik P4GN di Dinas Dikpora DIY

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) D.I. Yogyakarta menyelenggarakan Diskusi Publik Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) bertajuk Lindungi Genereasi Bangsa untuk Indonesia Sehat Tanpa Narkoba di Auditorium Sasana Krida Dinas Dikpora DIY, Rabu (6/10/2019) pagi.

Kegiatan ini diikuti oleh guru SMP se-DIY yang dibuka langsung oleh Kepala BNNP DIY, Brigjen Pol Triwarno Atmojo. Dalam sambutannya, Triwarno mengatakan sengaja mengundang para guru untuk bertukar pikiran dan berdisukusi tentang bahaya narkoba. “Yang kita ketahui narkoba sangat mengkhawatirkan, sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara ini,” terang Triwarno.

Narkoba, menurutnya, mendapatkan perhatian khusus dari Presiden RI yang pada tahun 2017 lalu mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia darurat narkoba. “Untuk menindak lanjuti itu kemudian beliau mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018 yang menyatakan semua lembaga kementerian sampai dengan Gubernur dan Wali Kota wajib melaksanakan P4GN,” kata Triwarno.

“Dan pada saat ini semua dinas di DIY juga sudah merencanakan aksi tentang P4GN ,” imbuhnya.

BNNP DIY, lanjutnya, mengundang para Bapak/Ibu Guru untuk mengikuti diskusi ini dikarenakan para guru lah yang dianggap paling pandai dan profesional dalam menyampaikan tentang sebuah gagasan.

“Kalau saya menyampaikan sesuatu pendapat saya kepada orang mungkin orang tidak sepenuhnya mengerti. Tapi saya yakin dan percaya kalau guru yang memberikan pendapatnya, menyampaikan ilmu kepada muridnya, pasti muridnya akan lebih tahu dibanding yang menyampaikan itu adalah orang lain,” tegas Triwarno.

Oleh karena itu, menurutnya, guru lah yang paling tepat dalam memberikan pengertian kepada para murid karena murid lah sasaran yang paling rentan terkena narkoba.

Indonesia, saat ini, menurutnya, sedang mendapatkan bonus demografi yang sangat potensial. Bonus demografi adalah kondisi yang penduduk dengan usia produktif lebih besar dari pada usia yang tidak produktif. Bonus demografi ini apabila bisa dimanfaatkan dengan baik maka bisa dipastikan 20 atau 30 tahun yang akan datang Indonesia akan menjadi negara yang kuat dan maju.

“Tetapi apabila bonus demografi ini tidak bisa dikelola dengan benar maka niscaya 20 atau 30 tahun yang akan datang akan menjadi negara yang rusak,” kata Triwarno. Dan salah satu ancaman yang dapat merusak negara ini, khususnya generasi muda adalah narkoba

Sementara itu, Direktur Informasi dan Edukasi BNN RI, Brigjen Pol Purwo Cahyoko, M.Si., menerangkan, dalam paparannya sebagai narasumber, ada tiga tempat dari hasil penelitian BNN RI bekerja sama dengan LIPI terdapat peningkatan dalam penggunaan narkoba khususnya anak-anak SMP yang salah satunya adalah Yogyakarta, selain Surabaya dan Medan.

“Memang dari data yang ada tidak mengarah ke narkotika dalam bentuk sabu atau apa, tapi masih dalam bentuk obat. Menggunakan obat batuk dicampur dengan alkohol dan seterusnya,” papar Purwo menerangkan kenapa memilih Yogyakarta sebagai tempat diselenggarakannya Diskusi Publik P4GN.

Ada tiga masalah besar, kata Purwo, yang sedang dihadapi oleh Bangsa Indonesia yang perlu penanganan serius, yakni masalah intoleransi, korupsi, dan narkoba.

“Narkoba ini memang penjuru depannya adalah BNN, baik BNN RI, BNNP, maupun BNNK,” katanya. Namun, imbuhnya, semua itu tidak akan mampu bekerja sendiri sehingga perlu kerja sama dan bantuan dari semua pihak untuk bisa bersama-sama menanggulangi narkoba, termasuk para guru.




Berita Terkait

Comments (3)

    komentar Facebook sedang dipersiapkan