Detail Publikasi Berita

0 komentar
BIMTEK SATU ABAD TAMANSISWA
blog
Keterangan & diskripsi gambar

Yogyakarta - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan Persatuan Pengurus Tamansiswa melaksanaka kegiatan Bimbingan Teknis Satu Abad Tamansiswa. Kegiatan ini diikuti oleh Pendidik/Guru Perguruan Tamansiswa perwakilan jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK serta pengurus persatuan keluarga besar taman siswa dan telah dilaksanakan pada tanggal 4 sampai dengan 7 November 2021. Bimbingan teknis yang dibiayai dengan dana keistimewaan ini dirasakan sangat bermanfaat bagi para peserta, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan setiap tahunnya.

Merunut dari tulisan Ki Hadjar Dewantara (KHD) yang termuat di Buku Pendidikan terbitan Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa, di halaman 246. Bahwa sekolah (paguron) ditujukan untuk menjadikan bangsa ini memiliki keluhuran kebudayaan. Otomatis semua sekolah yang ada seharusnya menjadi sekolah yang menjadikan keluhuran kebudayaan bangsa sebagai tujuan utamanya. Dalam tulisan yang lain Ki Hadjar Dewantara menegaskan, bahwa kecerdasan hanyalah alat semata (Sistem Among).

Dalam konsep ini maka munculah satu watak bentukan budaya yang digagas Ki Hadjar Dewantara, yaitu TRI-KON. KONsentris, KONvergen dan KONtinyu. Berpegang teguh pada akar budaya sendiri, namun tetap adaptif menyerap budaya luar yang mampu meninggikan budaya sendiri serta selalu bergerak berkelanjutan agar budaya kita senantiasa mampu menyesuaikan kemajuan zaman. Konsepsi ini sangat jelas tujuannya, yaitu memunculkan bangsa berkebudayaan luhur, sekaligus berkemajuan dan diharapkan mampu berdiri sejajar dengan budaya bangsa-bangsa lain di dunia. Inilah fungsi sekolah yang sesungguhnya menurut Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara.

Hal tersebut yang melatarbelakangi diselenggarakannya kegiatan ini. Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut satu abad kelahiran Perguruan Nasional Tamansiswa dengan harapan melalui kegiatan ini dapat mengembalikan lagi fungsi sekolah sebagai tempat ‘panggulawentah’ anak agar kelak menjadi pribadi yang luhur, yang pada gilirannya akan meluhurkan budaya bangsa ini.


0 Komentar

Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!

BERITA TERKAIT

Kirim pertanyaan, saran, dan masukan anda kepada kami